Dulu Niagahoster itu bisa dibilang salah satu hosting kebanggaan lokal. Tapi sejak makin “melebur” ke Hostinger, kualitasnya justru terasa makin turun—dan bukan turun dikit, tapi jatuh bebas.
Kalau disuruh kasih rating jujur?
Bintang 1/5. Itu pun udah murah hati.
Customer Support: Cepat Respon, Nol Solusi
CS-nya mungkin fast response, tapi isinya… ya gitu-gitu aja.
- Jawaban template
- Disuruh ini-itu tanpa arah jelas
- Ujung-ujungnya: “upgrade kak biar optimal”
Masalah teknis? Disuruh upgrade.
Website kena malware? Disuruh beli add-on.
Ini support atau sales berkedok support?
Promo Murah = Umpan, Renewal = Jebakan
Ini bagian paling ngeselin.
Di awal:
“Hosting cuma sekian ribu per bulan!!”
Tapi syaratnya:
Bayar 3 tahun di depan.
Begitu habis?
Harga naik drastis, gak masuk akal.
Ini bukan promo. Ini jebakan halus yang dibungkus marketing manis.
Keamanan? Website Kena Malware, Dibiarkan
Yang bikin emosi, website bisa kena malware tanpa warning berarti.
Dan responnya?
- Bukan bantu beresin secara proper
- Tapi diarahkan ke layanan berbayar
Jadi kesannya:
Masalah dibiarkan muncul, lalu dijadikan peluang jualan.
Serius ini red flag besar.
hPanel: Kelihatan Keren, Tapi Kosong Dalemnya
Secara tampilan, hPanel memang modern. Tapi secara fungsi?
- Kurang power dibanding cPanel
- Troubleshooting ribet
- Minim tools advanced
Lebih cocok buat pemula yang gak banyak masalah.
Begitu ada issue serius? Langsung kerasa limitnya.
Performa Server: Gak Stabil, Gak Jelas
Kadang kencang, kadang lemot tanpa sebab.
- Traffic dikit → masih aman
- Traffic naik dikit → mulai ngos-ngosan
- Resource tiba-tiba limit
Dan yang paling nyebelin:
Gak ada transparansi jelas kenapa itu terjadi.
Kesimpulan: Hype Besar, Value Kecil
Niagahoster sekarang terasa seperti:
Lebih jago marketing daripada ngurus kualitas layanan.
Kalau dirangkum:
- CS: ❌ kayak robot
- Harga: ❌ jebakan promo
- Keamanan: ❌ rawan
- Performa: ❌ inkonsisten
Final verdict: ⭐ 1/5 — dan itu udah gak bisa ditawar.