Ketika Presiden Prabowo Subianto memperingatkan kemungkinan Perang Dunia III, sebagian publik menganggapnya sebagai retorika kewaspadaan biasa. Namun melihat eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan United States, pertanyaan itu kini menjadi sangat relevan — bahkan mendesak.
Jika konflik regional berubah menjadi perang terbuka berskala luas yang melibatkan kekuatan besar, dampaknya tidak akan berhenti di Timur Tengah. Indonesia, meski tidak terlibat secara militer, tetap akan terkena gelombangnya.
Mari kita uji dengan skenario terburuk (worst-case scenario).
SKENARIO TERBURUK: JIKA PERANG GLOBAL MELEDAK
Harga Minyak Tembus Ekstrem
Jika Iran terlibat penuh dan jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu, harga minyak bisa melonjak drastis. Indonesia adalah net importer minyak.
Dampaknya:
- Subsidi energi membengkak
- APBN tertekan berat
- Inflasi melonjak
- Harga BBM dan transportasi naik
- Daya beli masyarakat turun
Dalam kondisi ini, pertanyaan kritisnya:
Apakah fiskal Indonesia cukup kuat menahan shock energi selama 6–12 bulan?
Jika tidak, pelemahan rupiah hampir tak terhindarkan.
Krisis Pangan Global
Perang besar sering memicu:
- Gangguan distribusi gandum dan pupuk
- Lonjakan harga komoditas
- Spekulasi pasar
Food Estate menjadi pertahanan teoritis. Namun jika produksi belum optimal dan logistik dalam negeri masih lemah, Indonesia tetap akan merasakan inflasi pangan.
Worst-case:
- Harga beras dan kebutuhan pokok naik tajam
- Ketimpangan sosial meningkat
- Potensi gejolak sosial membesar
Ketahanan pangan bukan hanya soal lahan, tapi soal cadangan strategis dan distribusi krisis.
Tekanan Nilai Tukar & Pelarian Modal
Dalam perang global:
- Investor lari ke aset aman (dolar AS, emas)
- Pasar saham emerging market terpukul
- Modal asing keluar
Indonesia berisiko mengalami:
- Rupiah melemah tajam
- IHSG terkoreksi dalam
- Pembiayaan utang makin mahal
Jika tekanan berlangsung lama, pertumbuhan ekonomi bisa turun drastis dari target normal 5% menjadi di bawah 3%.
Gangguan Perdagangan & Ekspor
Jika konflik meluas dan memicu blokade ekonomi atau sanksi besar antar negara, rantai pasok global bisa terganggu.
Indonesia yang bergantung pada ekspor komoditas dan impor bahan baku industri akan menghadapi:
- Turunnya permintaan global
- Industri manufaktur melemah
- PHK meningkat
Efek domino ekonomi bisa terasa dalam 3–6 bulan pertama.
Di Mana Posisi Strategi Prabowo?
Dalam konteks ini, tiga program utama pemerintah diuji secara nyata:
Food Estate
Relevan, tetapi harus cepat mencapai produktivitas tinggi. Jika belum efisien, ia belum cukup menjadi “tameng krisis”.
MBG (Makan Bergizi Gratis)
Dalam krisis, program ini bisa menjadi alat stabilitas sosial. Namun jika fiskal tertekan berat, keberlanjutannya diuji. Program sosial membutuhkan ruang anggaran yang kuat.
Board of Peace (BOP)
Diplomasi penting, tetapi dalam perang besar, pengaruh negara menengah terbatas. Indonesia bisa menjadi penyeimbang moral, namun realitas kekuatan tetap didominasi negara besar.
Risiko Nyata: Apakah Indonesia Tahan 12 Bulan Krisis?
Jika perang berlangsung singkat (1–3 bulan), Indonesia mungkin mampu bertahan.
Namun jika:
- Harga minyak tinggi selama setahun
- Inflasi pangan global berlanjut
- Modal asing keluar
- Nilai tukar melemah terus
Maka tekanan terhadap APBN, stabilitas sosial, dan pertumbuhan ekonomi akan sangat berat.
Kunci daya tahan Indonesia ada pada:
- Cadangan devisa
- Disiplin fiskal
- Stabilitas politik dalam negeri
- Kepercayaan pasar
Kesimpulan Berani: Siap Secara Konsep, Diuji Secara Realitas
Secara visi, arah kebijakan Presiden Prabowo memang mengarah pada ketahanan nasional. Peringatan tentang Perang Dunia III bukan alarm kosong.
Namun kesiapan negara tidak diukur dari retorika atau desain program, melainkan dari:
- Seberapa cepat kebijakan bisa dieksekusi
- Seberapa kuat fiskal menahan shock
- Seberapa stabil kondisi sosial ketika ekonomi tertekan
Jika perang global benar-benar pecah, Indonesia tidak akan runtuh — tetapi akan diuji keras.
Dan sejarah menunjukkan:
Negara yang selamat dari krisis besar bukan yang paling kuat, melainkan yang paling siap beradaptasi.